mediabeteshelp – Banyak pengemudi yang tidak mengerti mengapa lampu rem mobil berwarna merah, bukan hijau, putih, atau bahkan biru. Fakta bahwa lampu parkir menyala merah memiliki alasan tersendiri, karena berkaitan dengan pantulan mata manusia yang melihatnya.

Ternyata Ini Alasan Lampu Rem Kendaraan Berwarna Merah

Merah dianggap tercepat untuk “menangkap” dua mata. Fungsi inilah yang mengharuskan pengemudi belakang lebih memperhatikan saat mengerem kendaraan di depan.

Menurut teori warna, merah merupakan warna dengan fluktuasi paling lama dibandingkan warna lain. Ini akan membuat warna merah paling cepat tertangkap oleh mata manusia.

Merah memiliki panjang gelombang terpanjang, 630-760 nm, dan yang terendah adalah violet 380-450 nm. Dalam penelitian, saat kita melihat gambar dengan berbagai warna, warna merah akan muncul lebih dulu.

Karenanya, karena karakteristik lampu rem, warna merah akhirnya digunakan yang bisa dikatakan darurat. Misalnya pengemudi bisa jadi lebih peka, sehingga akan bereaksi lebih cepat dan mencegah terjadinya kecelakaan, karena misalnya kendaraan di depan akan mengerem mendadak.

Berdasarkan Aturan

Di seluruh dunia, pilihan warna lampu kendaraan termasuk lampu rem, yang diformulasikan sesuai dengan Konvensi Wina tentang Lalu Lintas Jalan pada tahun 1949. Acara ini tentang konvensi kendaraan di jalan raya. Konvensi tersebut mengacu pada warna merah yang digunakan sebagai lampu belakang atau lampu berhenti kendaraan.

Sementara di Indonesia, regulasi tentang lampu rem diatur oleh regulasi kendaraan dalam PP No. 55 tahun 2012.

Huruf d Pasal 23 mengatur apakah sistem penerangan dan alat pemantul cahaya sebagaimana dimaksud pada huruf i pasal 7 dimasukkan pada saat lampu rem menyala merah.

Kemudian Pasal 26

(1) Kecuali sepeda motor, lampu rem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 butir d harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Sedikitnya 2 (dua) buah;
b. Memiliki intensitas cahaya yang lebih besar daripada lampu posisi belakang, tetapi tidak akan menyilaukan pengguna jalan lain; dan
C. Dipasang di sisi kiri dan kanan belakang mobil, tingginya tidak melebihi 1.500 (seribu lima ratus) mm.

(2) Jika jumlah lampu rem melebihi 2 (dua), bagian dalam atau luar dapat ditempatkan di bagian atas belakang mobil.

(3) Untuk sepeda motor, lampu rem harus dipasang di belakang paling banyak 2 (dua) buah.