PTKI se-Indonesia Pangkas UKT Mahasiswa 10-100% Karena Pandemi

PTKI se-Indonesia Pangkas UKT Mahasiswa 10-100% Karena Pandemi

Pandemi Covid-19 sampai sementara ini masih berlangsung. Pelbagai upaya sedang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) untuk kurangi beban mahasiswa, keliru satunya bersama kurangi besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Pada tahun anggaran 2020 Kementerian Agama lewat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam sudah beri tambahan keringanan UKT lewat Keputusan Menteri Agama (KMA) 515/2020.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof Dr Suyitno, menyatakan pada tahun anggaran 2021, lagi kami dapat beri tambahan keringanan UKT kepada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19, yang besaran dan mekanismemnya diserahkan kepada Rektor/Ketua PTKIN.

“Keringanan UKT menjadi keliru satu opsi untuk kurangi beban mahasiswa yang studi pada UIN, IAIN dan STAIN dan juga pada PTKIS”, terang Guru Besar UIN Palembang pada rapat bersama Pimpinan PTKI dan Kopertais se-Indonesia lewat zoom meeting, pada Rabu, (6/1/2021).

KMA dimaksud, lanjut Mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, merupakan lihat berasal dari KMA 515/2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai landasan untuk meringankan beban mahasiswa PTKI se-Indonesia di era Covid-19.

Bentuk pertolongan pada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19 lainnya, menurut Suyitno adalah pertolongan pertolongan paket knowledge internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pertolongan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP) sebagai ganti berasal dari Bidikmisi. “Semoga kami mampu beri tambahan yang paling baik pada 2021 dan mahasiswa juga harus menyadari situasi PTKIN yang mengalami banyak keterbatasan anggaran,” katanya.

“UKT yang diberlakukan pada PTKIN kami masih amat rendah jikalau dibandingkan bersama PTU. Mungkin UKT paling rendah di Indonesia apalagi dunia”, kata Suyitno sambil berkelakar.

Berdasarkan pemantauan Ditjen Pendidikan Islam, 58 PTKIN sudah menggerakkan KMA 515/2020 bersama baik. Keringanan UKT berkisar antara 10% sampai 100%. Dalam hal perpanjangan/penundaan pembayaran UKT juga berlaku nyaris menyeluruh, sesuai bersama pengajuan mahasiswa.

Sekretaris Forum Pimpinan PTKIN yang juga Rektor IAIN Surakarta Mudhofir Abdullah menyambut baik terbitnya KMA Keringanan UKT dikarenakan amat ditunggu oleh PTKIN. “Kami sepakat bersama lihat KMA 515/2020 yang kami bahas bersama ini untuk mendukung meringankan beban mahasiswa di era pandemi.” katanya.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Diktis Ruchman menerangkan penurunan UKT satu tingkat pada tahun anggaran 2020, jumlah penerima raih 15.153 orang bersama anggaran Rp9,190,056,925. Pengurangan UKT untuk 30,235 orang antara 10, 15, 20, 25, 30, 50, 100% bersama total anggaran Rp45,346,016,894. Sementara jumlah mahasiswa yang melakukan angsuran/cicilan pembayaran UKT raih 6,285.

Ruchman menyampaikan jumlah mahasiswa penerima keringanan UKT berwujud (pengurangan, penundaan dan angsuran) 160.757 orang bersama total anggaran 54.536.073.819.