Dirjen Dikti Apresiasi GeNose C19 Hasil Inovasi Karya Anak Bangsa

Dirjen Dikti Apresiasi GeNose C19 Hasil Inovasi Karya Anak Bangsa

Dalam penanganan persoalan Covid-19 di Indonesia diperlukan langkah cepat untuk penanggulangan virus bersama trick dan kebijakan di dalam upaya menekan penyebaran kasus, mengurangi dan meniadakan risiko secara optimal serta menyeluruh. Hal selanjutnya ditunaikan bersama menekan persoalan secara akurat dan tepat serta bersama harga yang terjangkau bersama program 4T (Testing, Tracing, Tracking dan Treatment) untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.

GeNose C19 yang merupakan alat pendeteksi Covid-19 buatan para pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap 24 Desember 2020 lantas secara resmi udah meraih izin edar dari Kementerian Kesehatan. Pada Jumat (15/01/2021) diadakan konferensi pers produk pengembangan dan inovasi GeNose untuk memberikan sosialisasi kepada penduduk berkenaan pengenalan alat GeNose C19 oleh Kemenristek/BRIN.
Bandar Taruhan
Pada peluang tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam mengapresiasi para pakar dari UGM yang udah menciptakan ada GeNose C19 di dalam menanggulangi persoalan pandemi di Indonesia yang udah teruji secara klinis dan siap diproduksi.

“Selama masa pandemi ini perguruan tinggi kita benar-benar sigap di di dalam menanggapi tantangan selama masa pandemi. Banyak sekali karya yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dan tidak hanya sekadar karya yang berakhir terhadap aplikasi namun karya yang menghilir terhadap produksi,”ujar Nizam.

Dirjen Dikti pun mengimbau dan mendorong perguruan tinggi untuk memfokuskan riset terhadap bidang-bidang yang tentang bersama pandemi baik melalui riset sosial, ekonomi dan pasti saja di bidang kesehatan dan teknologi engineering.

Salah satu upaya di dalam mempercepat penanganan persoalan Covid-19 bersama memberikan semangat dan harapan sehingga Indonesia mampu beradu bersama negara lain. GeNose C19 mampu mempercepat tracing dan tracking bersama mendeteksi keberadaan virus melalui hembusan nafas di orofaring atau tenggorokan melalui metabolisme VOC (Volatile Organic Compounds) yang terbentuk gara-gara ada infeksi Covid – 19 yang keluar bersama bersama hembusan nafas kedalam kantong khusus. Hanya di dalam hitungan cepat, sesaat seseorang sesudah bernafas bersama sensitifitas 90%, spesifitas 96%, akurasi 93% bersama PPV 88% dan NPV 95%.

Alat pendeteksi virus GeNose C19 ini mampu langsung di rilis terhadap bulan Februari sebanyak 3000 unit bersama dibandrol harga 62 juta per unit. Alat ini dikehendaki mampu menopang penanganan persoalan Covid-19 yang tersedia di Indonesia sehingga mampu langsung tersebar ke semua Puskemas di Indonesia